meski sebentar rasa nya ketemu kawan lama.
pernah rasain hidup di pondok atau asarama waktu kecil
pasti beberapa dari kalian "pembaca" pernah merasakan itu
kecil pengennya main dan buat onar ndak peduli apapun itu
yang penting ngerasin puas dan bangga dengan hal hal yang kita kerjakan
bandel mungki "iya" rasanya ingatannya samar samar
tapi pernah dulu waktu kecil ngerasain kalau aku pengen hidup di asrama "pondok"
dimana ndak ada orang tua dan kita bisa main sesuka kita
nyata mungkin iya
beberapa bulan ngerasain hidup di sebuah "pondok"
awalnya gara - gara buat adik celaka jadi ya harus terima resiko
dengan keinginan apa yang sudah diucapkan
awal pertama masuk sebuah pondok serasa "wah sekarang bebas ndak ada yang ngatur bisa
main sepuas nya" makluum pikiran anak usia 4 atau 5 tahunan
tapi ketika sudah di pondok ternyata ndak kalah pusing dengan diluar
ndak kalah ketat kalau dirumah. ndak kalah pokoknya peraturan peraturan yang ada dengan di sekolah
bangun pagi ikut ngaji. setelah itu ke makam berdo'a. sekolah sampai sore
istirahat sebentar dan lain sebagainya
itu yang kurasakan saat itu meski samar samar dalam ingatan
tapi meski banyak yang terjadi disana ada juga sisi baiknya kalau kita hidup di pondok
kenal temen bermacam macam
ada yang baik, ramah, sabar, jutek, keras, kasar, dan lain lain
selain dengan begitu banyak kegiatan yang sibuk
di waktu waktu luang dalam pondok sering sekali
aku sama temen temen main
ke sungai cari ikan, ke sawah cari belut, ke tempat wudlu hanya untuk bermain air dan berendam
dan masih banyak lagi
ingatan seperti itu yang sekarang masih aku ingat
dalam kondisi tertentu terkadang seorang santri cilik itu seperti anak kost
menerima kiriman dari orang tua
baik itu makanan atau pun uang
makanan yang paling aku suka waktu itu adalah
minuman kotak yang sering dibawakan sama ibuk
"Buahvita" itu makanan paling kusuka waktu itu
meski isinya minuman tapi sekali minum perut serasa kenyang
ada juga hal - hal lucu, kejadian kejadian koyol yang sering terjadi di sebuah pondok
"pakaian hilanh, pakaian tertukar, dan yang lain"
mendengar hal itu bapak ibu dirumah meminta ibu asrama untuk menamai semua bajuku
jadi ndak akan tertukar
mungkin menginngat hal tersebutlah yang membuat aku terasa
ada kawan remajaku yang dia datangnya pertengahan semester akhir tapi terasa
seperti sudah kenal lama gitu
aku cuma mau bilang terimakasih sahabat
sudah hadir dalam perjalanan hidup ku meski cuma sebentar.
pernah rasain hidup di pondok atau asarama waktu kecil
pasti beberapa dari kalian "pembaca" pernah merasakan itu
kecil pengennya main dan buat onar ndak peduli apapun itu
yang penting ngerasin puas dan bangga dengan hal hal yang kita kerjakan
bandel mungki "iya" rasanya ingatannya samar samar
tapi pernah dulu waktu kecil ngerasain kalau aku pengen hidup di asrama "pondok"
dimana ndak ada orang tua dan kita bisa main sesuka kita
nyata mungkin iya
beberapa bulan ngerasain hidup di sebuah "pondok"
awalnya gara - gara buat adik celaka jadi ya harus terima resiko
dengan keinginan apa yang sudah diucapkan
awal pertama masuk sebuah pondok serasa "wah sekarang bebas ndak ada yang ngatur bisa
main sepuas nya" makluum pikiran anak usia 4 atau 5 tahunan
tapi ketika sudah di pondok ternyata ndak kalah pusing dengan diluar
ndak kalah ketat kalau dirumah. ndak kalah pokoknya peraturan peraturan yang ada dengan di sekolah
bangun pagi ikut ngaji. setelah itu ke makam berdo'a. sekolah sampai sore
istirahat sebentar dan lain sebagainya
itu yang kurasakan saat itu meski samar samar dalam ingatan
tapi meski banyak yang terjadi disana ada juga sisi baiknya kalau kita hidup di pondok
kenal temen bermacam macam
ada yang baik, ramah, sabar, jutek, keras, kasar, dan lain lain
selain dengan begitu banyak kegiatan yang sibuk
di waktu waktu luang dalam pondok sering sekali
aku sama temen temen main
ke sungai cari ikan, ke sawah cari belut, ke tempat wudlu hanya untuk bermain air dan berendam
dan masih banyak lagi
ingatan seperti itu yang sekarang masih aku ingat
dalam kondisi tertentu terkadang seorang santri cilik itu seperti anak kost
menerima kiriman dari orang tua
baik itu makanan atau pun uang
makanan yang paling aku suka waktu itu adalah
minuman kotak yang sering dibawakan sama ibuk
"Buahvita" itu makanan paling kusuka waktu itu
meski isinya minuman tapi sekali minum perut serasa kenyang
ada juga hal - hal lucu, kejadian kejadian koyol yang sering terjadi di sebuah pondok
"pakaian hilanh, pakaian tertukar, dan yang lain"
mendengar hal itu bapak ibu dirumah meminta ibu asrama untuk menamai semua bajuku
jadi ndak akan tertukar
mungkin menginngat hal tersebutlah yang membuat aku terasa
ada kawan remajaku yang dia datangnya pertengahan semester akhir tapi terasa
seperti sudah kenal lama gitu
aku cuma mau bilang terimakasih sahabat
sudah hadir dalam perjalanan hidup ku meski cuma sebentar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar