Senin, 04 Juli 2016

Memilih Berhenti Sejenak Untuk Melangkah Lagi

       Semenjak tau bahwa semua itu hanya sebuah sugesti yg ingin ku tanamkan dalam otak ini semua terasa sepi dan hampa. banyak yg kita tak bisa miliki ternyata memang tidak kita usahakan. banyak juga yg kita tak bisa miliki ternyata bukan hak kita dan banyak sekali yg kita tak bisa miliki ternyata hanya ego kita saja dan serakahnya kita untuk memiliki semua. Tapi banyak yg kita tidak sadari ternyata sudah kita miliki dan sudah kita punya. Sementara orang lain memiliki semua nya dan kita secara tidak sengaja iri, berusaha memaksa diri sendiri untuk memiliki hal yg sama sampai akhirnya waktu menyadarkan kita kalau kita ini egois dan tak tau diri,
      
      Awalnya kita bertemu dan saling pandang, menyapa kemudian berjabat tangan sebutkan nama dan asal sampai akhirnya kita saling nyaman untuk berbicara hal-hal diluar yang kita ingin ketahui. bertemu lima hari dalam satu minggu berjauhan sampai kadang-kadang kita duduk berdampingan. Dia pintar dan idealis sedangkan aku orang biasa yang menginginkan perhatian lebih dari jalinan persahabat. kita awalnya bersahabat kemudian ada rasa yg berbeda saat mulai mengobrol berdua, tanpa sadar mulut ini membuat nama panggilan sendiri untuk Dia. Dia tanpa marah menyambut ramah nama yg aku berikan beberapa semester kita kadang habiskan bersama, meski terkadang aku hanya bisa melihat Dia dari jauh karna dia bagaikan angin berhembus dan pergi tanpa singgah untuk menemani. Dia periang Dia ramah Dia suka tersenyum, Dia suka berpenampilan berbeda dari temannya yg lain, Dia memang berbeda dari awal kita bertemu. kadang hati ini berkata untuk berhenti mendambakan bersanding dengan Dia karena aku bukan apa-apa untuk Dia dan bukan siapa-siapa untuk Dia.

       Dipertengahan pertemanan kita tiba-tiba ada Kau yg datang, Kau baik, Kau memiliki sifat yg berlawanan dengan ku tapi di dalam hari-hari ku memperhatikan Dia ternyata Dia memilih untuk menyandarkan kepalanya kepada Kau, seketika aku mulai kehilangan rasa dan damba, memang tidak hilang begitu saja tapi sedikit demi sedikit mulai memupuskan harapan tentang Dia. sampai akhirnya aku Memilih Berhenti Sejenak Untuk Melangkah Lagi tanpa tau kapan akan berhenti dan menghentikan Pemberhentian ini... ini tentang Aku Dia dan Kau